Selasa, 29 Maret 2016

Direct and Indirect Speech


DIRECT SPEECH is a way to report what people have said or written, in the form of statements, questions, or other speech, quoting the exact words.
In contrast to the INDIRECT SPEECH, speech delivered by changing the format to make it more clear, natural, and efficient for the listener.
Direct speech covered by quotation marks ( ""). In addition, attribution (asked, says, said, yelled, shouted, Replied, ordered) often accompany direct speech.

Changing Being Direct Speech Indirect Speech

In general, direct speech into indirect speech can be changed by removing the quotation marks and capital letters (the initial letters of the word in quotation marks omitted), add words such as that / Whether / if, adjust pronoun, verb, and / or time reference.

Contoh:
Reporting verb: Tono says,
Reported words ”I’m very good at English”
Tense yang harus kita perhatikan dalam pola ini yaitu:
Direct Speech:
Simple Present Tense
Present Continuous Tense
Present Perfect Tense
Present Perfect Continuous Tense
Simple Past Tense
Simple Future Tense
Future Continouos Tense
Conditional

Indirect Speech:
Simple Past Tense
Past Continuous Tense
Past Perfect Tense
Past Perfect Continuous Tense
Past Perfect Tense
Past Future Tense/Conditional
Past Future Continuous Tense (Conditional Continuous)
Conditional

Kalau reported speech berhubungan dengan kebenaran umum atau fakta yang sudah menjadi kebiasaan, present indefinite atau simple present dalam reported speech tidak diubah ke dalam bentuk lampau yang sesuai, melainkan tetap persis sebagaimana adanya,

Contoh :
He said, “The sun rises in the east” → He said that the sun rises in the east.

PERUBAHAN ADVERB OF TIME (KETERANGAN WAKTU) YANG PERLU DIPERHATIKAN:
Direct  :                                               Indirect :
Now                                        →        Then
Today                                      →        That day
Tonight                                    →        That night
This week                                →        That week
Yesterday                                →        The day before
The day before yesterday       →        Two days before
Last night                                →        The night before
Last week/year                        →        The previous week/year
A year ago                               →        A year before/The previous year
Three years ago                       →        Three years before
Tomorrow                               →        The next day/The following day
The day after tomorrow          →        In two day’s time/The following day
Next week/year                       →        The following week/year
On Sunday                              →        On Sunday
Here                                        →        There
This book                                →        The book
This                                         →        That
These                                       →        Those
Over there                               →        Over there
*etc.

PERUBAHAN-PERUBAHAN AUXILIARIES (KATA BANTU) YANG HARUS DIPERHATIKAN:
Can      →        Could
May     →        Might
Might  →        Might
Must    →        Would have to (kegiatan yang akan datang)/had to (keharusan yang biasa)
*etc.
Contoh:
The man said, “I must mend the wall next week”
The man said that he would have to mend the wall the following week.
Pria itu mengatakan bahwa dia harus memperbaiki dinding minggu berikutnya.
The girl said, ” I must wash my hands before eating”
The girl said that she had to wash her hands before eating.
Gadis itu berkata bahwa dia harus mencuci tangannya sebelum makan.
*etc.

Direct and Indirect Speech ada 3 macam:
1. Statement (Pernyataan) yang menggunakan “that”
He said, “we will go to Singapore tomorrow”
He said that they would go to Singapore the next day.
Bob said, ” I’m a university student”
Bob said that he was a university student.

2. Command (Perintah) menambahkan kata “to” sebagai penghubung kalimat melaporkan dengan yang dilaporkan. “not to” dalam perintah negatif.
He told me, “wait for me !”
He told me to wait for him.
She told me, “don’t cheat anymore !”
She told me not to cheat anymore.

3. Question (Pertanyaan) jika kalimat dari jenis “yes or no question”, maka bentuk laporannya menggunakan if atau whether.
Ina asked me, “Do you really love me?”
Ina asked me if/whether I really loved her.
Mixed type:
Contoh:
Anton asked me, “what’s happening to you ? You look so pale”
Anton asked me what was happening to me as I looked so pale.
Catatan: Past Tense kadang-kadang tidak berubah dalam percakapan.

EXAMPLE DIRECT AND INDIRECT SPEECH :
1.      D : She says to her friend, “ I have been reading “
         I : She says to her friend that he has been reading
2.      D : He will say, “ The girl wasn’t ugly “
         I : He will tell them that the girl wasn’t ugly
3.      D : Reza said, “ I’m very sleepy “
          I : Reza said that he was very sleepy
4.      D : He has told you, “ I am writing “
          I : He has told you that he is writing
5.      D : Mother said to her son, “ study hard “
          I : Mothe advised her son to study hard
6.      D : My friend said to me, “ I don’t like football “
          I : My friend said to me that he didn’t like football
7.      D : She said, “ I didn’t go to campus
          I : She said that she hadn’t gone to campus this morning
8.      D : Rikza says, “ I have seen that movies “
          I : Rikza says that she has seen that movies
9.      D : Mother asked her, “ Don’t go there alone “
         I : Mother asked her not to go there alone
10.  D : Father asked robi, “ Don’t smoke too much “
       I: Father asked robi not to smoke too much

SUMBER : http://www.edufind.com/english-grammar/direct-and-indirect-speech/
                    http://www.belajarbahasainggris.us/2012/04/penjelasan-direct-dan-                               indirect-speech.html
                    http://www.learnenglish.de/grammar/reportedspeech.html

Senin, 08 Februari 2016

TULISAN 3 MANUSIA DAN PENDERITAAN

        I.            SINOPSIS FILM YANG BERHUBUNGAN DENGAN MANUSIA DAN PENDERITAAN
MY IDIOT BROTHER
My Idiot Brother dari kisah novel Agnes Davonar tentang Angel gadis remaja berusia 15 tahun tidak pernah bisa menerima keadaan kakaknya Hendra yang terlahir dengan keterbelakangan mental. Walaupun Angel begitu malu dan membencinya, Hendra tidak pernah bersedih hati. Hendra anak yang berkebutuhan khusus akibat sakit yang di derita waktu kecil. Walaupun demikian Ia tetap setia memberikan kasih sayang seorang kakak kepada adiknya.
Karena memiliki kakak yang mengalami keterbelakangan mental, Angel sering diejek oleh teman-temannya si idiot. Angel selalu mendapatkan hinaan dan cacian teman-teman sekolahnya. Agnes lah orang yg sangat membenci Angel karena dianggap sebagai ancaman dia untuk mendapatkan hati Aji.
Kehidupan Hendra  dengan dunianya sendiri namun tetap menyayangi kakaknya. Suatu hari, aji mengadakan pesta ulang tahunnya dengan mengundang semua teman-temannya. Agnes dan Angel bersaing untuk menjadi ratu dalam acara pesta tersebut. Sayangnya pesta itu berakhir ricuh karena kehadiran kakak Angel, yang membuat Angel begitu malu kedatangan kakaknya yg terbelakang mental penuh perjualangan & sebenarnya bermaksud baik mengantarkan kado yang tertinggal. Pesta Ricuh dan Angel lari dan mengalami kecelakaan. Kecelakaan ini menyebabkan tak ada seorang pun yang mampu menyelamatkan dirinya selain Hendra.
Demi cintanya kepada sang adik, Hendra rela mengorbankan apapun ternasuk nyawanya sendiri untuk Angel.
      II.            MANUSIA DAN PENDERITAAN
A.                PENGERTIAN PENDERITAAN
Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta dara artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan dapat berupa penderitaan lahir atau batin atau lahir dan batin. Penderitaan termasuk realitas manusia dan dunia. Intensitas penderitaan bertingkat-tingkat, ada yang berat, ada yang ringan.
Namun peranan individu juga menentukan berat-tidaknya intensitas penderitaan. Suatu peristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit kembali bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan.Berbagai kasus penderitaan terdapat dalam kehidupan.
Banyaknya macam kasus penderitaan sesuai dengan liku liku kehidupan manusia. Penderitaan fisik yang dialami manusia tentulah diatasi dengan cara medis untuk mengurangi atau menyembuhkannya, sedangkan penderitaan psikis, penyembuhan nya terletak paa kemampuan si penderita dalam menyelesaikan soal-soal psikis yang dihadapinya.






B.                PENGERTIAN SIKSAAN
Siksaan dapat diartikan sebagai siksaan badan atau jasmani, dan dapat juga berupa siksaan jiwa atau rohani. Akibat siksaan yang dialami seseorang, timbullah penderitaan. Siksaan yang sifatnya psikis bisa berupa : kebimbangan, kesepian, ketakutan. Ketakutan yang berlebih-lebihan yang tidak pada tempatnya disebut phobia.banyak sebab yang menjadikan seseorang merasa ketakutan antara lain : claustrophobia dan agoraphobia, gamang, ketakutan, kesakitan, kegagalan.
Para ahli ilmu jiwa cenderung berpendapat bahwa phobia adalah suatu gejala dari suatu problema psikologis yang dalam, yang harus ditemukan, dihadapi, dan ditaklukan sebelum phobianya akan hilang. Sebaliknya ahli-ahli yang merawat tingkah lakupercaya bahwa suatu phobia adalah problem nya dan tidak perlu menemukan sebab-sebabnya supaya mendapatkan perawatan dan pengobatan. Kebanyakan ahli setuju bahwa tekanan dan ketegangan disebabkan oleh karena si penderita hidup dalam keadaan ketakutan terus menerus, membuat keadaan si penderita sepuluh kali lebih parah.

C.                PENGERTIAN GEJALA SEBAB-AKIBAT KEKALUTAN MENTAL
Penderitaan batin dalam ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental. Secara lebih sederhana kekalutan mental adalah gangguan kejiwaan akibat ketidakmampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah laku secara kurang wajar.
Gejala permulaan bagi seseorang yang mengalami kekalutan mental adalah :
1. nampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung
2. nampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah
Tahap-tahap gangguan kejiwaan adalah :
1. Gangguan kejiwaan nampak pada gejala-gejala kehidupan si penderita baik jasmani maupun rohani.
2. Usaha mempertahankan diri dengan cara negatif
3. Kekalutan merupakan titik patah (mental breakdown) dan yang 3bersangkutan mengalami gangguan.
Sebab-sebab timbulnya kekalutan mental :
1. Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna.
2. Terjadinya konflik sosial budaya.
3. Cara pematangan batin yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan sosial.
Proses kekalutan mental yang dialami seseorang mendorongnya kearah positif dan negatif.
Positif; trauma jiwa yang dialami dijawab dengan baik sebgai usaha agar tetap survey dalam hidup, misalnya melakukan sholat tahajut, ataupun melakukan kegiatan yang positif setelah kejatuhan dalam hidupnya.
Negatif; trauma yang dialami diperlarutkan sehingga yang bersangkutan mengalami frustasi, yaitu tekanan batin akibat tidak tercapai nya apa yang diinginkan.

SUMBER:            
http://indosinema.com/2014/04/sinopsis-my-idiot-brother/

TUGAS IBD 3 MANUSIA DAN CINTA KASIH

   A.   Pengertian Cinta kasih,Kasih Sayang,Kemesraan,Pemujaan, dan belah kasihan
• Cinta kasihCinta adalah rasa sangat suka atau sayang (kepada) ataupun rasa sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih, artinya perasaan sayang atau cinta (kepada) atau sangat menaruh belas kasihan. Dengan demikian cinta kasih dapat diatikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan.
Terdapat perbedaan antara cinta dan kasih, cinta lebih mengandung pengertian tentang rasa yang mendalam sedangkan kasih merupakan pengungkapan untuk mengeluarkan rasa, mengarah kepada yang dicintai. Cinta samasekali bukan nafsu. Perbedaan antara cinta dengan nafsu adalah sebagai berikut:
1.Cinta bersifat manusiawi
2.Cinta bersifat rokhaniah sedangkan nafsu bersifat jasmaniah.
3.Cinta menunjukkan perilaku memberi, sedangkan nafsu cenderung menuntut.
Cinta juga selalu menyatakan unsur – unsur dasar tertentu yaitu:
1.Pengasuhan, contohnya cinta seorang ibu kepada anaknya.
2.Tanggung jawab, adalah tindakan yang benar – benar bedasarkan atas suka rela.
3.Perhatian, merupakan suatu perbuatan yang bertujuan untuk mengembangkan pribadi orang lain, agar mau membuka dirinya.
4.Pengenalan, merupakan keinginan untuk mengetahui rahasia manusia.
• Kasih SayangKasih sayang disini bukan sekedar hubungan asmara antara seorang laki-laki dan perempuan. Namun lebih bersifat universal seperti terhadap sahabat, teman,keluarga, saudara, dan lainnya. Dan yang perlu ditekankan adalah bahwa kasih sayangyang tulus itu selalu punya sifat yang ikhlas dan lebih banyak memberi daripadamenerima. Kepentingan diri sendiri sering dinomor duakan demi kebahagiaan orangyang dikasihi dan disayanginya.Kasih sayang merupakan anugerah dari Tuhan untuk kita yang bertujuanuntuk menentramkan dunia dengan kedamaian yang Ia berikan. Untuk itulah setiaporang harus mengerti makna kasih sayang agar bisa saling menghargai kepribadiandari orang lain meskipun banyak sekali perbedaan yang kita miliki. Karena darisinilah akan tercipta keharmonisan yang aman dalam bentuk kasih sayang.
• KemesraanBerasal dari kata dasar ‘mesra’, yang artinya perasaan simpati yang akrab.Kemesraan adalah hubungan akrab baik antara pria dan wanita yang sedang dimabuk asmara maupun yang sudah berumah tangga. Kemesraan merupakan perwujudankasih sayang yang telah mendalam. Cinta yang berlanjut menimbulkan pengertianmesra atau kemesraan. Kemesraan adalah perwujudan dari cinta. Kemesraan dapatmenimbulkan daya kreativitas manusia dan dapat menciptakan berbagai bentuk senisesuai dengan kemampuan bakatnya.
Tingkatan kemesraan dapat dibedakan berdasarkan umur, yaitu:
Kemesraan dalam Tingkat Remaja, terjadi dalam masa puber atau genetal pubertasyaitu dimana masa remaja memiliki kematangan organ kelamin yang menyebabkandorongan seksualitasnya kuat.
Kemesraan dalam Rumah Tangga, terjadi antara pasangan suami istri dalamperkawinan. Biasanya pada tahun tahun wal perkawinan, kemesraan masih sangatterasa, namun bisa sudah agak lama biasanya semakin berkurang.
Kemesraan Manusia Usia Lanjut, Kemsraan bagi manusia berbeda dengan pada usiasebelumnya. Pada masa ini diwujudkan dengan jalan – jalan dan sebagainya.
• PemujaanPemujaan dimulai sejak manusia dilahirkan dengan akal yang dimilikinya.Manusia telah berfikir kritis tentang alam dan kejadiannya. Pemujaan adalah dimanakita memuja atau mengagungkan sesuatu yang kita percayai kebenarannya.Pemujaandapat dilakukan dalam berbagai aspek seperti memuja pada leluhur,memuja padaagama tertentu atau kepercayan yang ada.seperti pemujaan pada leluhur adalah suatukepercayaa bahwa para leluhur yang telah meninggal masih memiliki kemampuanuntuk ikut mempengaruhi keberuntungan orang yang masih hidup. Dalam beberapabudaya Timur dan tradisi penduduk asli Amerika, tujuan pemujaan leluhur adalahuntuk menjamin kebaikan leluhur dan sifat baik pada orang hidup, dan kadang-kadanguntuk meminta suatu tuntunan atau bantuan dari leluhur. Fungsi sosial dari pemujaanleluhur adalah untuk meningkatkan nilai-nilai kekeluargaan, seperti bakti pada orangtua, kesetiaan keluarga, serta keberlangsungan garis keturunan keluarga.Sedangkan Memuja kepada agama dapat diwujudkan dengan mengagumidan bersyukur kepada Sang Pencipta. Dalam mencari bentuk-bentuk pemujaan dapatberupa ibadah sebagai media komunikasi antara manusia dengan Tuhan, membanguntempat ibadah yang sebaik-baiknya, mencipta lagu, puisi, novel, film, dan sebagainyayang bertema mencintai Sang Pencipta.
• Belas KasihanBelas kasihan adalah suatu sikap hati yang sangat mulia. Belas kasihantidak pernah mementingkan diri sendiri.Jika seseorang selalu memiliki hati belaskasih, maka itu menunjukkan seberapa besar kelapangan dada seseorang. Ketikaseseorang menggunakan belas kasihnya untuk mengubah musuhnya, pada saat ituenergi semacam itu akan menjadi senjata yang lebih ampuh bila dibandingkan denganpisau dan pedang.Seorang yang berbelas kasih akan bermurah hati dan mengalah saatmenerima serangan dari pihak lawan, akan membalas sindiran dan olokan orangdengan senyuman, akan dengan besar hati memaafkan kesalahan dan kesalahpahaman orang lain. Ia tidak tergesa-gesa dan tenang-tenang saja, menahanpenghinaan tanpa berargumen, pikirannya penuh keprihatinan dan rasa kasihan ataspenderitaan yang dialami oleh makhluk hidup, bersikap hambar dan tidak gentar,semua itu adalah sikap hati dari sang sadar yang kekal abadi.Belas kasih memperlakukan seseorang tidak membutuhkan ucapan kata-katayang terlalu banyak, tersenyum simpul saja sudah bisa meneruskan pikiran baik belaskasih ini kepada orang lain. Belas kasih merupakan suatu energi yang nyata, dia bisamelumerkan es dan salju yang berada di dalam hati manusia.
 2.UNSUR-UNSUR CINTA
Cinta menurut Dr. Sarlito W. Sarwono memiliki 3 unsur:A.    KeterikatanAdanya perasaan untuk hanya bersama dia, segala prioritas untuk dia, tidak mau pergi dengan orang lain kecuali dengan dia, ada uang sedikit beli hadiah untuk dia. B.    Keintiman            Adanya kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukkan bahwa antara anda dengan dia sudah tidak ada jarak lagi panggilan formal seperti bapak, ibu saudara digantikan dengan sekedar memanggil nama atau sebutan sayang dan sebagainya.makan sepiring berdua. B.    Kemesraan            Adanya rasa ingin membelai dan dibelai, rasa kangen rindu kalo jauh atau lama tak bertemu, adanya ungkapan ungkapan rasa sayang dan seterusnya.             3.BENTUK-BENTUK CINTA·         Cinta Persaudaraan
Cinta ini diwujudkan dalam bentuk tingkah laku dan perbuatannya. Perasaan cinta ini adalah perasaan saling mencintai antar sesama manusia ciptaan Tuhan Yang Maha Esa tanpa memandang bulu, status maupun rasnya. Secara filosofis dinyatakan bahwa " Cintailah sesamamu seperti kau mencintai dirimu". ·         Cinta diri
Cinta pada diri sendiri erat kaitannya dengan dorongan untuk menjaga diri. Manusia memiliki rasa cinta alamiah pada dirinya sendiri, mereka tidak ingin merasakan sakit, bahaya ataupun ancaman pada dirinya. Selain itu kecintaan pada dirinya yang ingin mengembangkan bakat dan potensi dalam dirinya serta keinginan untuk mendapatkan rezeki (harta) yang banyak. Namun cinta ini hendaknya memilliki batas dan memiliki juga keinginan mencintai orang lain.·         Cinta Keibuan
Kasih sayang dan cinta Ibu adalah sepanjang masa. Ibu mengandung selama 9 bulan dan mengasihi serta memberi nutrisi kandungannya dengan baik, benar dan penuh perhatian. Agar anaknya nanti yang dilahirkan akan menjadi bayi yang sehat walafiat. Kasih sayang Ibu sudah mendarah daging, dimana kontak batin dan rasa cinta antara Ibu dan anak itu tidak dapat dipisahkan. Ibu menjadi sosok yang selalu menjaga, merawat, mendidik anaknya hingga akhir hayatnya.·         Cinta seksual
Dengan adanya cinta tentu adanya dorongan seksual dimasing-masing pasangan. Dorongan seksual ini memegang peranan penting karena dapat melahirkan keturunan dan melestarikan manusia di bumi ini. Di Islam, cinta seksual ini tidak diingkari dan ditentang melainkan diakui. Karena dorongan ini merupakan sifat alamiah yang muncul dalam diri tiap manusia, dan dorongan ini juga berlandaskan cinta seiring waktunya. Namun di Islam untuk melakukan cinta seksual ini diperlukan hubungan suci yang sah yaitu melalui pernikahan.·         Cinta Kebapakan
Cinta kebapakan bebeda dengan cinta ibu karena cinta ibu berkaitan erat dengan fisiologisnya sedangkan cinta kebapakan keluar lewat insting psikisnya. Seorang Bapak akan terlihat keras terhadap anaknya karena dia menjadi sosok pemimpin dalam sebuah rumah tangga sehingga sosok Bapak itu ingin terlihat berwibawa, padahal walaupun keras, kasih sayang dan cinta Bapak itu kuat. Beliau adalah sosok yang ingin melindungi anaknya, mendidiknya dengan baik dan benar agar dapat menjadi orang sukses, dan diam-diam menghawatirkan anaknya yang pulang telat dan sebaginya. Kasih sayang dan cinta Bapak pun tidak kalah dengan cinta kasih seorang Ibu.·         Cinta Allah
Cinta yang paling tinggi tingkatannya dan yang paling murni dan suci. Rasa cinta kepada Allah yang tidak pernah putus dalam doa, solat maupun hal-hal lainnya. Cinta yang ikhlas seorang manusia kepada Allah akan membuat cinta itu menjadi kekuatan pendorong yang mengarahkannya dalam kehidupannya dan menundukan semua bentuk kecintaan lainnya serta menjadi manusia yang positif dan berpedoman hidup.·         Cinta Rasul
Cinta kepada Rasul menduduki peringkat ke dua setelah cinta kepada Allah. Ini karena Rasul merupakan ideal sempurna bagi manusia baik dalam tingkah laku, moral, maupun berbagai sifat luhur lainnya. Rasul adalah panutan bagi para manusia, karena dia yang menyebarkan dan membimbing kita ke arah jalan Allah.

s   SUMBERhttp://kbbi.web.id  https://soniasworldd.wordpress.com http://lib.ui.ac.id  http://hwraocha.wordpress.com/2013/01/01/manusia-dan-cinta-kasih/












































Rabu, 11 November 2015

Tulisan ke2 kebudayaan khas dari daerah asal


GAMELAN JAWA


Gamelan Jawa merupakan Budaya Hindu yang digubah oleh Sunan Bonang, guna mendorong kecintaan pada kehidupan Transedental (Alam Malakut)”Tombo Ati” adalah salah satu karya Sunan Bonang. Sampai saat ini tembang tersebut masih dinyanyikan dengan nilai ajaran Islam, juga pada pentas-pentas seperti: Pewayangan, hajat Pernikahan dan acara ritual budaya Keraton.




WAYANG KULIT


Kesenian wayang dalam bentuknya yang asli timbul sebelum kebudayaan Hindu masuk di Indonesia dan mulai berkembang pada jaman Hindu Jawa. Pertunjukan Kesenian wayang adalah merupakan sisa-sisa upacara keagamaan orang Jawa yaitu sisa-sisa dari kepercayaan animisme dan dynamisme. Menurut Kitab Centini, tentang asal-usul wayang Purwa disebutkan bahwa kesenian wayang, mula-mula sekali diciptakan oleh Raja Jayabaya dari Kerajaan Mamenang / Kediri. Sekitar abad ke-10 Raja Jayabaya berusaha menciptakan gambaran dari roh leluhurnya dan digoreskan di atas daun lontar. Bentuk gambaran wayang tersebut ditiru dari gambaran relief cerita Ramayana pada Candi Penataran di Blitar. Cerita Ramayana sangat menarik perhatiannya karena Jayabaya termasuk penyembah Dewa Wisnu yang setia, bahkan oleh masyarakat dianggap sebagai penjelmaan atau titisan Batara Wisnu. Figur tokoh yang digambarkan untuk pertama kali adalah Batara Guru atau Sang Hyang Jagadnata yaitu perwujudan dari Dewa Wisnu.


KERIS JAWA


Keris dikalangan masyarakat di jawa dilambangkan sebagai symbol “ Kejantanan “ dan terkadang apabila karena suatu sebab pengantin prianya berhalangan hadir dalam upacara temu pengantin, maka ia diwakili sebilah keris. Keris merupakan lambang pusaka. Di kalender masyarakat jawa mengirabkan pusaka unggulan keraton merupakan kepercayaan terbesar pada hari satu sura. Keris pusaka atau tombak pusaka merupakan unggulan itu keampuhannya bukan saja karena dibuat dari unsure besi baja, besi, nikel, bahkan dicampur dengan unsure batu meteorid yang jatuh dari angkasa sehingga kokoh kuat, tetapi cara pembuatannya disertai dengan iringan doa kepada sang maha pencipta alam ( Allah SWT ) dengan duatu apaya spiritual oleh sang empu. Sehingga kekuatan spiritual sang maha pencipta alam itu pun dipercayai orang sebagai kekuatan magis atau mengandung tuah sehingga dapat mempengaruhi pihak lawan menjadi ketakutan kepada pemakai senjata pusaka itu.



BATIK


Kesenian batik adalah kesenian gambar di atas kain untuk pakaian yang menjadi salah satu kebudayaan keluarga kerajaan di masa lampau, khususnya di Kerajaan Mataram kemudian Kerajaan Keraton Solo.
Awalnya batik dikerjaan terbatas dalam keraton saja dan hasilnya untuk pakaian raja, keluarganya, serta para pengikutnya. Oleh karena banyaknya pengikut raja yang tinggal di luar keraton, maka kesenian batik ini dibawa oleh mereka keluar keraton untuk dikerjakan di tempat masing-masing. Seiring berjalannya waktu, kesenian batik ini ditiru oleh rakyat setempat dan kemudian menjadi pekerjaan kaum wanita di dalam rumahnya untuk mengisi waktu senggang. Selain itu, batik yang awalnya hanya untuk keluarga keraton, akhirnya menjadi pakaian rakyat yang digemari pria dan wanita.
Dahulu, bahan kain putih yang dipergunakan untuk membatik adalah hasil tenunan sendiri. Sementara bahan pewarnanya diambil dari tumbuh-tumbuhan asli Indonesia. Beberapa bahan pewarna tersebut antara lain pohon mengkudu, soga, dan nila. Bahan sodanya dibuat dari soda abu dan garamnya dari tanah lumpur.

Tulisan ke2 PUISI & PROSA


1.Ilmu Budaya Dasar yang dihubungkan dengan puisi.

*Pengertian
Puisi adalah ungkapan perasaan atau pikiran penyairnya yang dirangkai menjadi suatu bentuk tulisan yang mengandung makna.

Alasan – alasan yang mendasari penyajian puisi pada perkuliahan IBD adalah sebagai berikut :
1. Hubungan puisi deengan pengalaman hidup manusia.
2. Puisi dan keinsyafan/kesadaran individual.
3. Puisi dan keinsyafan social

Contoh puisi    :


KEINDAHAN ALAM
Puisi Cahyaning P.

Bak gelombang jiwa di udara
Laksana sinar di pagi hari
Bagaikan rembulan mengarunggi samudra
Seperti peri kehilangan cahaya matahari

Meskipun langit menyinari bumi
Mirip bola di senja kelap

Umpama terbang setinggi awan
Bagaikan bintang menghiasi malam
Sinar mentari bagaikan surya.


2.Ilmu Budaya Dasar yang dihubungkan dengan prosa.


Pengertian.
Prosa adalah karya sastra yang berbentuk cerita yang bebas, tidak terikat oleh rima, irama, dan kemerduan bunyi  seperti puisi.
Contoh Prosa    :


PEREMPUAN DALAM CERITA
Apa kabar perempuanku? Perempuan yang tidak pernah terlalu lama hidup denganku. Aku menciptakan dunia kecil untukmu, dalam ceritaku. Tentu saja! akan kubuat akhir kisah yang bahagia seperti yang selalu aku impikan denganmu. Akan kubuat keabadianku bersamamu disini. Bertahanlah sayang, jangan terlalu cepat memudar dalam ingatanku. Sebab, hanya dengan mengingatmu dan menuliskanmu itulah satu-satunya cara agar kau tetap berada disini, tetap hidup disini denganku. Tenanglah sayang, Aku memang sedikit aneh, tapi aku tak akan menyakitimu.
Berjanjilah kau menjaga baik-baik rahasia ini. rahasia pertemuan kita dalam cerita. Rahasiakan ini dari semua orang, agar tak ada yang mengusik dan memisahkan kita lagi yang terjadi dalam kenyataan. Kuncilah cerita ini hanya untuk aku dan kamu. Tanpa tokoh lain. Kita akan bahagia disini. Kita bebas melakukan apa saja yang kita sukai.  Andai dunia nyata juga seperti ini, pasti sangat nyaman untuk kita tinggali. Tapi sayang sekali, dunia nyata terlalu penuh aturan dan orang-orang munafik. Kau ingin tahu sebanyak apa aku mencintaimu? Sebanyak aku menuliskanmu Sayang.. Hiduplah dalam ceritaku, selalu.





Selasa, 10 November 2015

Tugas IBD ke2 (Manusia dan Kebudayaan)


A.Manusia

Manusia atau orang dapat diartikan berbeda-beda dari segi biologis, rohani, dan istilah kebudayaan, atau secara campuran. Secara biologis, manusia diklasifikasikan sebagai Homo sapiens (Bahasa Latin yang berarti "manusia yang tahu"), sebuah spesies primata dari golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi. Dalam hal kerohanian, mereka dijelaskan menggunakan konsep jiwa yang bervariasi di mana, dalam agama, dimengerti dalam hubungannya dengan kekuatan ketuhanan atau makhluk hidup; dalam mitos, mereka juga seringkali dibandingkan dengan ras lain. Dalam antropologi kebudayaan, mereka dijelaskan berdasarkan penggunaan bahasanya, organisasi mereka dalam masyarakat majemuk serta perkembangan teknologinya, dan terutama berdasarkan kemampuannya untuk membentuk kelompok, dan lembaga untuk dukungan satu sama lain serta pertolongan.
Penggolongan manusia yang paling utama adalah berdasarkan jenis kelaminnya. Secara alamiah, jenis kelamin seorang anak yang baru lahir entah laki-laki atau perempuan. Anak muda laki-laki dikenal sebagai putra dan laki-laki dewasa sebagai pria. Anak muda perempuan dikenal sebagai putri dan perempuan dewasa sebagai wanita. Penggolongan lainnya adalah berdasarkan usia, mulai dari janin, bayi, balita, anak-anak, remaja, akil balik, pemuda/i, dewasa, dan (orang) tua. Selain itu masih banyak penggolongan-penggolongan yang lainnya, berdasarkan ciri-ciri fisik (warna kulit, rambut, mata; bentuk hidung; tinggi badan), afiliasi sosio-politik-agama (penganut agama/kepercayaan XYZ, warga negara XYZ, anggota partai XYZ), hubungan kekerabatan (keluarga: keluarga dekat, keluarga jauh, keluarga tiri, keluarga angkat, keluarga asuh; teman; musuh) dan lain sebagainya.

B.Hakekat Manusia

            Secara bahasa manusia berasal dari kata “manu” (sansekerta) atau “mens” (latin) yang berarti berpikir, berakal budi. Secara istilah manusia dapat diartikan sebuah konsep atau sebuah fakta, sebuah gagasan atau realitas, sebuah kelompok (genus) atau seorang individu. Dari dua definisi manusia tersebut dapat diketahui bahwa manusia adalah suatu kelompok (tidak dapat hidup sendiri) atau individu yang berpikir, berakal budi. Pada dasarnya manusia merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang paling tinggi derajatnya dibanding dengan makhluk-makhluk ciptaan Tuhan lainnya. Tingginya derajat manusia dibandingkan dengan makhluk lain ini ditunjukkan dengan adanya akal dan pikiran pada manusia. Sebagaimana makhluk hidup, tumbuhan juga tumbuh dan berkembang, namun ia tidak dapat berpindah, mempunyai emosi, atau berinteraksi langsung dengan pihak lain yang memberikan suatu aksi atau tindakan pada diri sendiri. Misalnya tumbuh-tumbuhan tidak dapat berjalan atau berlari, marah ketika ditebang, tertawa ketika disiram atau diberi pupuk, merespon ketika diajak berinteraksi dan berkomunikasi. Demikian pula dengan binatang, walaupun ia dapat berpindah-pindah tempat, mempunyai emosi dan dapat berinteraksi maupun berkomunikasi, namun apa yang dilakukannya hanya dalam lingkup dan proses belajar yang terbatas, serta lebih karena adanya dorongan naluri saja. Sedangkan manusia mempunyai tingkatan yang lebih tinggi karena selain mempunyai ciri-ciri sebagai makhluk hidup seperti di atas, manusia juga mempunyai akal dan pikiran yang dapat memperhitungkan tindakan-tindakannya melalui proses belajar yang terus menerus.
Akal dan pikiran yang dimiliki manusia adalah bagian dari budaya. Dengan akal dan pikirannya manusia dengan kegiatan akal dan pikirannya dapat mengubah dan menciptakan realitas melalui simbol-simbol atau sistem perlambangan. Contoh dari sistem perlambangan adalah bahasa yang melambangkan sesuatu berdasarkan sistem pola hubungan antara benda, tindakan, dan sebagainya dengan apa yang dilambangkan. Bahasa tidak hanya yang verbal tapi juga berupa tulisan, lukisan, tanda atau isyarat. Karena kegiatan berpikir manusia ini budaya tercipta. Budaya sebagai sistem gagasan yang sifatnya abstrak, tak dapat diraba atau di foto, karena berada di dalam alam pikiran atau perkataan seseorang. Terkecuali bila gagasan itu dituliskan dalam karangan buku. Budaya sebagai sistem gagasan menjadi pedoman bagi manusia dalam bersikap dan berperilaku. Seperti apa yang dikatakan Kluckhohn dan Kelly bahwa “Budaya berupa rancangan hidup” maka budaya terdahulu itu merupakan gagasan prima yang kita warisi melalui proses belajar dan menjadi sikap prilaku manusia berikutnya yang kita sebut sebagai nilai budaya.Jadi, nilai budaya adalah “gagasan” yang menjadi sumber sikap dan tingkah laku manusia dalam kehidupan sosial budaya. Nilai budaya dapat kita lihat, kita rasakan dalam sistem kemasyarakatan atau sistem kekerabatan yang diwujudkan dalam bentuk adat istiadat. Hal ini akan lebih nyata kita lihat dalam hubungan antara manusia sebagai individu lainnya maupun dengan kelompok dan lingkungannya.
Dari uraian di atas telah jelas bahwa manusia adalah makhluk yang derajatnya paling atas bila dibandingkan dengan yang lain, karena manusia mempunyai akal dan pikiran. Perilaku manusia sebagai makhluk budaya merupakan gabungan dari adanya unsur fisik/ raga, mental/ kepribadian. Sehingga yang berkembang dalam diri manusia tidak hanya raganya namun juga emosional dan intelektualnya. Dengan demikian manusia sebagai makhluk budaya hendaknya dapat memanfaatkan/ mendayagunakan sumber daya alam dengan sebaik mungkin, dengan sebijaksana mungkin sehingga tercipta masyarakat atau peradaban yang damai dan ideal.

C.Pengertian Kebudayaan

Kata kebudayaan berasal dari kata budh dalam bahasa Sansekerta yang berarti akal, kemudian menjadi kata budhi (tunggal) atau budhaya (majemuk), sehingga kebudayaan diartikan sebagai hasil pemikiran atau akal manusia. Ada pendapat yang mengatakan bahwa kebudayaan berasal dari kata budi dan daya. Budi adalah akal yang merupakan unsure rohani dalam kebudayaan, sedangkan daya berarti perbuatan atau ikhtiar sebagai unsure jasmani sehingga kebudayaan diartikan sebagai hasil dari akal dan ikhtiar manusia.
Kebudayaan=cultuur (bahasa belanda)=culture (bahasa inggris)=tsaqafah (bahasa arab), berasal dari perkataan latin : “colere” yang artinya mengolah, mengerjakan, menyuburkan dan mengembangkan, terutama mengolah tanah atau bertani. Dari segi arti ini berkembanglah arti culture sebagai “segala daya dan aktivitas manusia untuk mengolah dan mengubah alam”.
Dalam disiplin ilmu antropologi budaya, kebudayaan dan budaya itu diartikan sama (Koentjaraningrat, 1980:195). Namun dalam IBD dibedakan antara budaya dan kebudayaan, karena IBD berbicara tentang dunia idea tau nilai, bukan hasil fisiknya. Secara sederhana pengertian kebudayaan dan budaya dalam IBD mengacu pada pengertian sebagai berikut :
1.       Kebudayaan dalam arti luas, adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar.
2.       Kebudayaan dalam arti sempit dapat disebut dengan istilah budaya atau sering disebut kultur yang mengandung pengertian keseluruhan sistem gagasan dan tindakan.
Kebudayaan ataupun yang disebut peradaban, mengandung pengertian luas, meliputi pemahaman perasaan suatu bangsa yang kompleks, meliputi pengetahuan, kepercayaan, seni, moral, hokum, adat-istiadat (kebiasaan), dan pembawaan lainnya yang diperoleh dari anggota masyarakat (Taylor, 1897:19). Kebudayaan terdiri atas berbagai pola, bertingkah laku mantap, pikiran, perasaan dan reaksi yang diperoleh dan terutama diturunkan oleh symbol-simbol yang menyusun pencapaiannya secara tersendiri dari kelompok-kelompok manusia, termasuk di dalamnya perwujudan benda-benda materi, pusat esensi kebudayaan terdiri atas tradisi cita-cita atau paham, dan terutama keterikatan terhadap nilai-nilai. Ketentuan-ketentuan ahli kebudayaan itu sudah bersifat universal, dapat diterima oleh pendapat umum meskipun dalam praktek, arti kebudayaan menurut pendapat umum ialah suatu yang berharga atau baik (Bakker, 1984:21).

D.Unsur-unsur Kebudayaan

1.      Sistem  Religi  (sistem  kepercayaan)
Merupakan   produk   manusia   sebagai  homo   religieus.   Manusia   yang  memiliki kecerdasan  pikiran  dan perasaan  luhur, tanggap  bahwa di atas kekuatan  dirinya  terdapat kekuatan  lain yang maha besar. Karena itu manusia  takut, sehingga  menyembahnya   dan lahirlah  kepercayaan   yang  sekarang  menjadi  agama.
2.      Sistem  Organisasi  Kemasyarakatan
Merupakan produk dari manusia sebagai homo socius. Manusia sadar bahwa tubuhnya lemah, namun memiliki akal, maka disusunlah organisasi kemasyarakatan  dimana manusia bekerja  sama  untuk  meningkatkan  kesejahteraan  hidupnya.
3.       Sistem  pengetahuan
Merupakan   produk  manusia  sebagai  homo  sapiens.  Pengetahuan   dapat  diperoleh dari pemikiran  sendiri, disamping  itu didapat juga dari orang lain. Kemampuan  manusia mengingat-    ingat apa yang telah diketahui  kemudian  menyampaikannya   kepada  orang lain melalui bahasa. menyebabkan  pengetahuan  menyebar  luas. Lebih-lebih  bila pengetahuan  itu dibukukan,  maka penyebarannya  dapat dilakukan  dari satu generasi  ke generasi  berikutnya.
4.       Sistem  Mata  Pencaharian  Hidup  dan  Sistem-sistem  Ekonomi
Merupakan produk manusia sebagai homo economicus menjadikan tingkat kehidupan manusia  secara  umum  terus  meningkat,
5.      Sistem  Teknologi  dan  Peralatan
Merupakan  produk dari manusia  sebagai homo faber. Bersumber  dari pemikirarmya yang  eerdas   dan  dibantu   dengan  tangannya   yang  dapat  memegang   sesuatu   dengan erat,manusia  dapat membuat  dan mempergunakan  alat. Dengan alat-alat ciptaannya  itulah manusia  dapat  lebih mampu  meneukupi    kebutuhannya  daripada  binatang
6.      Bahasa
Merupakan   produk  dari  manusia  sebagai  homo  longuens.  Bahasa  manusia  pada mulanya  diwujudkan  dalam  bentuk tanda  (kode) yang kemudian  disempumakan   dalam bentuk  bahasa  lisan,  dan  akhimya  menjadi  bentuk  bahasa  tulisan.
7.      Kesenian
Merupakan   hasil  dari  manusia  sebagai  homo  aestetieus.   Setelah  manusia   dapat mencukupi  kebutuhan  fisiknya, maka dibutuhkan  kebutuhan  psikisnya  untuk dipuaskan. Manusia  bukan  lagi semata-mata  memenuhi  kebutuhan  isi perut saja, mereka juga  perlu pandangan  mata  yang indah, suara yang merdu,  yang semuanya  dapat  dipenuhi  melalui kesenian, Cultural-universal   tersebut,  dapat  dijabarkan  lagi  ke  dalam  unsur-unsur   yang  lebih kecil. Disebut kegiatan-kegiatan  kebudayaan  atau cultural   activity.

E.Kaitan Manusia dan Kebudayaan

Manusia dan kebudayaan adalah dua hal yang sangat erat dan berkaitan satu sama lain. Pada dasarnya manusia tidak akan bisa hidup tanpa kebudayaan. Begitu pula kebudayaan, takkan pernah berjalan tanpa adanya manusia. Secara sederhana hubungan antara merupakan obyek yang dilaksanakan manusia. Contoh sederhana saja, peraturan dibuat oleh manusia. Dan manusia itu sendiri yang harus menjalankan serta mematuhi peraturan tersebut. Dengan demikian manusia tidak dapat dipisahkan dengan kebudayaan. Karena kebudayaan merupakan perwujudan dari manusia itu sendiri. Manusia dan kebudayaan, atau manusia dan masyarakat, oleh karena itu mempunyai hubungan keterkaitan yang erat satu sama lain. Pada kondisi sekarang ini kita tidak dapat lagi membedakan mana yang lebih awal muncul manusia atau kebudayaan. Analisa terhadap keberadaan keduanya hams menyertakan pembatasan masalah dan waktu agar penganalisaan dapat dilakukan dengan lebih cermat.


SUMBER.   :


Sumber refrensi: http://id.wikipedia.org/wiki/Manusia
Sumber refrensi: https://oktavianipratama.wordpress.com/makalah-makalah/hakikat-
manusia-dengan-kebudayaan/
Sumber refrensi: https://irwanzulkifli.wordpress.com/2013/11/19/unsur-unsur-kebudayaan/
Sumber Refrensi: http://jimmyprianto.blogspot.com/2014/01/pengertian-kebudayaan.html

Sabtu, 26 September 2015

TULISAN BAB 1 ILMU BUDAYA DASAR SEBAGAI MATA KULIAH DASAR UMUM

RUANG LINGKUP ILMU BUDAYA DASAR 

Mencangkup berbagai aspek kehidupan yang mengungkapkan masalah kemanusia dan budaya yang mampu didekati dengan pengetahuan budaya.
Hakekat manusia adalah universal. tetapi manusia mempunyai keanekaragaman dalam perwujudan kehidupan masing-masing jaman dan tempatnya. Dalam melihat dan menghadapi lingkungan alam, sosial, budaya manusia tidak hanya mewujudkan kesamaan-kesamaannya, tetapi juga ketidak seragamannya baik itu dalam pola pikir, tingkah laku, perasaan, dsb. 

Manusia sebagai individu yang kreatif dalam hal ini dijadikan obyek dalam menganalisis setiap fenomena budaya. Dalam perkembangannya kajian ini melihat berbagai dimensi yang dilakukan manusia, seperti, hubungan manusia dengan alam, dengan sesama manusia, nilai-nilai yang terkandung dalam kehidupan manusia serta hubungan manusia dengan penciptanya.

Dalam cerpen misalya, kita dapat melihat berbagai bentuk kesedihan, kesenangan, cinta, kasih sayang dan lain sebagainya. Oleh karena itu, satu karya mungkin bisa digunakan untuk melihat beragam bentuk masalah, namun yang perlu ditekankan disini bahwa kita hanya memilih satu pokok masalah yang paling menonjol diantara permasalahan yang ada.


Disinilah pentingnya kita belajar IBD. Karena IBD sendiri bukan ilmu sastra, tari maupun filsafat. IBD hanya menggunakan karya-karya yang terdapat dalampengetahuan budaya untuk dijadikan bahan pendekatan berbagai persoalan budaya dan permasalahan yang dihadapi manusia.

Sumber :
http://iblisbernyawa.wordpress.com/2011/03/31/tinjauan-ilmu-budaya-dasar/
Buku Ilmu Budaya Dasar oleh widya Nugroho dan Achmad Muchji diterbitkan oleh Universitas Gunadarma


MANAJEMEN PEMASARAN GLOBAL 2

SEGMENTASI GLOBAL, TARGET DAN POSISI PRODUK PASAR GLOBAL SEGMENTASI PASAR GLOBAL Didefinisikan sebagai proses mengidentifikasi kelompo...